Aneka Top 10

Ikuti

Iklan

10 Cara Mendeteksi Kebohongan Si Dia

Bagikan

Kebohongan adalah sesuatu yang dibenci semua orang. Nggak ada orang yang suka dibohongi. Meskipun itu adalah kebohongan yang sepele. Apalagi kalau yang bohong sama kita si doi. Ihhh… sebel dan sakit hati deh rasanya.

Karena bagaimana pun sebuah kebohongan dalam suatu hubungan dapat memicu kebohongan-kebohongan selanjutnya yang berujung pada perang dunia ketiga. Sedangkan bagi pihak yang sering dibohongi akan merasa trauma untuk percaya. Akhirnya muncullah sikap mudah curiga dan sulit untuk percaya.

Ada ungkapan mengatakan bahwa jika kamu ingin mengetahui apakah orang itu sedang berbohong, maka bisa dilihat dari matanya. Well, ini memang salah satu cara umum, tetapi jika kamu ingin mengetahui lebih detail tentang kebohongan dia, ada beberapa cara mendeteksi kebohongan yang bisa kamu coba. Check this out!

1. Lihat dari mimik mukanya

Lihat dari mimik mukanya
Lihat dari mimik mukanya
Iklan

Apakah menurutmu senyum saja bisa menutupi apa yang sebenarnya kamu sembunyikan? Ternyata tidak lho. Walaupun kamu sedang tersenyum, terdapat mikro-ekspresi yang terselip dan mengatakan apa yang benar-benar kamu pikirkan.

Memang tidak mudah untuk mendeteksi mimik wajah seseorang, tetapi ada beberapa tanda yang bisa kamu amati jika dia itu sedang berbohong. Amati mimik wajah apakah pipinya merona, lubang hidung melebar, kebiasaan tiba-tiba menggigit bibir, bekedip cepat hingga menarik nafas dalam-dalam ketika berbicara.

Kalau dia melakukan hal-hal tersebut itu tanda bahwa dia sedang mengatakan kebohongan kepada kamu.

2. Perhatikan bahasa tubuhnya

Perhatikan bahasa tubuhnya
Perhatikan bahasa tubuhnya

Kamu bisa mendeteksi apakah dia sedang berbohong atau tidak melalui bahasa tubuhnya. Namun, cara ini bisa dilakukan jika dia tidak sedang dalam keadaan ‘sibuk’. Pertama-tama, perhatikan tangannya. Jika dia meremas kedua tangannya waktu ngomong sama kamu atau mengelus wajah itu tanda bahwa dia sedang cemas atau sedang menutupi cerita yang sebenarnya.

Iklan

Lalu, amati juga kakinya. Jika kakinya terlihat sering bergerak, mungkin dia tegang dan ingin segera mengakhiri topik yang sedang dia bicarakan (di mana topik ini biasanya mengandung kebohongan).

3. Cara dia tersenyum

Cara dia tersenyum
Cara dia tersenyum

Sebuah senyuman memang bisa menjadi tameng untuk apa yang sebenarnya sedang disembunyikan. Rasa sedih, marah, malu atau risih bahkan kebohongan juga bisa disembunyikan dengan sebuah senyuman.

Namun, perhatikan dengan baik bagaimana si dia tersenyum ketika kalian membicarakan topik tertentu. Misalnya, awasi gerakan mulut dan mata ketika si dia tersenyum. Jika dia tersenyum lepas yang melibatkan seluruh organ wajah itu tanda kalau dia jujur. Tetapi kalau dia tersenyum menyeringai (seolah terpaksa) itu tanda bahwa dia sedang berbohong.

4. Cara bicaranya

Iklan
Cara bicaranya
Cara bicaranya

Adanya perubahan di suara ketika dia sedang berbicara bisa jadi satu alat untuk mendeteksi apakah dia sedang menceritakan kebohongan atau tidak. Namun para ahli juga menyarankan untuk melihat atau merasakan bagaimana pola napasnya ketika berbicara, apakah cepat atau lambat. Jika dia bicara terlalu cepat atau terlalu lambat, biasanya dia tidak sedang berkata jujur loh!

5. Dengarkan yang dibicarakan

Dengarkan yang dibicarakan
Dengarkan yang dibicarakan

Seseorang yang berbohong cenderung memakai kata-kata seperti “tapi”, “kecuali”, “sedangkan” karena proses berpikir yang rumit ketika berbohong. Dan juga biasanya mereka suka melakukan pengulangan. Si dia juga akan sering memakai kata “aku”, “punyaku”. Di dalam cerita yang dilontarkan oleh pembohong, kamu juga akan menemukan sedikit kata ganti pribadi.

6. Terlalu banyak menyentuh bagian tubuh

Iklan
Terlalu banyak menyentuh bagian tubuh
Terlalu banyak menyentuh bagian tubuh

Saat berbohong, biasanya ada perubahan perilaku yang dilakukan. Mulai dari nada bicara, postur dan gerakan tangan bisa berubah. Hal-hal sederhana seperti ini sering terjadi dan dilakukan untuk menutupi kebohongan dari cerita yang kamu dengarkan.

Saat berbohong, dia juga biasanya akan sering menyentuh beberapa bagian tubuh tertentu seperti wajah, bibir, dan leher.

7. Membuang wajah ketika ditanya

Membuang wajah ketika ditanya
Membuang wajah ketika ditanya

Wajar jika pertanyaan yang kamu berikan adalah pertanyaan sulit kemudian dia membuang wajah atau memalingkan muka. Namun, jika di pertanyaan sederhana saja dia menghindari tatapanmu, maka kamu perlu curiga. Karena jawaban yang akan diberikan oleh dia selanjutnya bisa jadi adalah jawaban yang tidak jujur.

Iklan

8. Ada jeda sebelum menjawab

Ada jeda sebelum menjawab
Ada jeda sebelum menjawab

Selain memalingkan muka ketika ditanya, ternyata dia juga butuh jeda yang cukup lama sebelum menjawab pertanyaanmu. Bisa jadi dia sedang membangun skenario atau cerita tertentu untuk menutupi kebohongannya yang sempurna.

9. Sifat defensif

Sifat defensif
Sifat defensif

Saat kamu mengajukan pertanyaan, dia seolah sedang dihakimi dan dipojokkan. Padahal kamu hanya mengajukan pertanyaan biasa. Malah, kadang dia jadi melakukan sikap defensif dengan balik marah dan menuduh kamu terlalu curiga atau posesif.

10. Mengalihkan pembicaraan

Mengalihkan pembicaraan
Mengalihkan pembicaraan

Ketika si dia berusaha mengalihkan pembicaraan secara halus dengan membicarakan topik lain, ada dua kemungkinan. Dia tidak tertarik atau dia sedang berbohong. Jika setelah bahasan lain dibicarakan dia menghela napas panjang, ini karena dia sudah lega karena nggak perlu lagi berbohong sama kamu.

Iklan

Bagikan

Terkait

Iklan

Terbaru

Iklan