10 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Kamu Waspadai

Gusi bengkak
Share ke teman kamu

Lebih dari 25 juta orang di Amerika mengidap penyakit diabetes tipe 2 yang artinya mereka tidak menggunakan insulin dengan benar, dan kadar gula dalam darah mereka jauh lebih tinggi dibandingkan orang normal. Sayangnya, mayoritas orang yang mengidap penyakit diabetes tak sadar kalau mereka sedang memiliki kondisi tersebut. Hal ini karena gejala-gejala penyakit diabetes sendiri terlihat lebih mirip seperti gangguan kecil sehari-hari, dibandingkan tanda-tanda kondisi berbahaya.

Harapan terbaik kamu sebelum terdiagnosis penyakit diabetes tipe 2 adalah dengan menghindari komplikasi serius penyakit diabetes seperti penyakit ginjal, gangguan pengelihatan, dan masalah tiroid.

Sedangkan untuk mengetahui apakah kamu termasuk salah satu pengidap penyakit diabetes tipe 2, kenalli 10 gejala diabetes tipe 2 berikut ini.

1. Mati rasa

Mati rasa

Mati rasa

Mati rasa yang dimulai dengan kesemutan di tangan, jari, dan kaki sering kali merupakan gejala awal diabetes. Hal ini terjadi karena peningkatan kadar gula darah menyebabkan penyumbatan pembuluh darah ke ekstremitas, dan akhirnya menyebabkan kerusakan serabut saraf.

Kamu akan merasakan mati rasa seperti tertusuk duri, kesemutan, nyeri pada kaki, dan tangan. Pada awalnya akan berlangsung sesekali, tetapi intensitas ini akan bertambah bahkan bisa jadi sampai setahun. Kesemutan yang mulanya ringan kemudian bisa menjadi kronis dan sangat menyakitkan, yang melibatkan fungsi motorik, sensorik, dan respon sistem saraf otonom. Hal ini akan berujung dengan mati rasa di jari tangan, jari kaki, kaki, tangan, dan lengan, kadang-kadang disertai dengan pengecilan otot tangan dan kaki.

2. Intensitas buang air kecil meningkat

Intensitas buang air kecil meningkat

Intensitas buang air kecil meningkat

Biasanya penderita diabetes memiliki dorongan untuk buang air kecil dalam intensitas yang cukup tinggi. Peningkatan buang air kecil ini adalah gejala yang paling sering didiagnosa oleh dokter. Peningkatan buang air kecil ini akan menimbulkan dehidrasi hebat, sehingga sangat penting untuk menjaga kebutuhan cairan dalam tubuh kamu. Jika tubuh mengalami dehidrasi, fungsi kekebalan tubuh akan berkurang, membuat kamu rentan terhadap segala macam penyakit dan fungsi ginjal menjadi rusak.

Poliuria adalah nama dari gejala diabetes tipe 2 ini yang diberikan oleh dokter. Ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan output urin meningkat lebih dari biasanya dan melewati jumlah normal. Biasanya gejalanya adalah buang air kecil 3 kali lipat lebih banyak dari biasanya.

3. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan

Penurunan berat badan

Salah satu gejala diabetes tipe 2 adalah penurunan berat badan yang cepat, hal ini dikarenakan tubuh tidak dapat menyerap glukosa dengan benar. Saat tubuh tidak mendapat insulin yang cukup, ia akan mulai membakar lemak dan otot sebagai sumber energi. Jelas saja ini akan menyedot banyak berat badan secara keseluruhan.

Penurunan berat badan secara cepat ini biasanya terjadi dalam waktu 6 bulan, dengan jumlah berat badan yang berkurang 5 sampai 10 kg. Kalau kamu mengalami hal ini dianjurkan untuk langsung berkonsultasi dengan dokter.

4. Nafsu makan meningkat

Nafsu makan meningkat

Nafsu makan meningkat

Mungkin mulanya kamu merasa senang karena nafsu makan meningkat, tetapi sesungguhnya peningkatan rasa lapar ini membuat kamu sering tidak kenyang dalam kurun waktu yang lama, bahkan setelah kamu mengkonsumsi makanan.

Nafsu makan yang meningkat setelah kamu berolahraga itu wajar, yang tidak wajar adalah jika nafsu makan meningkat dalam waktu singkat dan terjadi dalam jangka waktu yang lama tanpa henti. Hal ini adalah gejala dari penyakit diabetes atau hipertiroidisme.

5. Pengelihatan menurun

Penglihatan menurun

Pengelihatan menurun

Pengelihatan menjadi kabur adalah salah satu gejala diabetes tipe 2. Hal ini terjadi sebagai akibat dari kadar glukosa yang merusak pembuluh darah dan membatasi cairan pada mata. Menurut American Diabetes Association, pasien diabetes berisiko tinggi mengalami gangguan mata ringan dan kebutaan. Pasien diabetes juga memiliki risiko 40 persen lebih tinggi terkena glaukoma (suatu kondisi yang menyebabkan tekanan dalam mata dan kerusakan saraf retina). Selain itu, penderita diabetes juga memiliki resiko 60% lebih besar terserang katarak.

6. Gatal-gatal dan kulit kering

Gatal-gatal dan kulit kering

Gatal-gatal dan kulit kering

Diabetes tipe 2 dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh, termasuk kulit. Ketika diabetes mempengaruhi sirkulasi darah, kelenjar keringat akan menjadi disfungsional, menyebabkan kulit dehidrasi, bersisik, gatal, dan iritasi.

Pasien diabetes yang tidak terdiagnosis lebih rentan terhadap beberapa penyakit kulit, termasuk dermopathy diabetes, infeksi jamur, lecet, infeksi bakteri, kulit gatal dan kering karena sirkulasi yang buruk di sekitar bagian bawah kaki, nekrobiosis lipoidika diabeticorum, bisul, xanthomatosis, dan juga infeksi di sekitar kuku.

7. Mudah lelah

Mudah lelah

Mudah lelah

Kelelahan adalah salah satu gejala diabetes yang paling umum. Kelelahan yang dimaksud di sini adalah kelelahan tanpa alasan. Rasanya tubuh mudah lelah dan kekurangan energi. Kondisi ini berkaitan dengan kadar insulin yang tidak mencukupi. Resistensi insulin menyebabkan ketidakmampuan untuk menyerap energi penting (gula). Ketika ini terjadi, tingkat energi penderita sangat minim menyebabkan kelelahan mental dan fisik yang ekstrim. Kelelahan pada pengidap diabetes tipe 2 biasanya juga akibat dari peradangan pada pembuluh darah.

8. Mudah haus

Mudah haus

Mudah haus

Peningkatan frekuensi buang air kecil yang signifikan akan membuat kamu menjadi cepat haus dan tubuh menjadi cepat dehidrasi. Karena kekurangan cairan, tubuh akan menuntut cairan yang hilang dan harus diisi ulang.

Namun, penderita diabetes juga bisa menjadi sangat haus untuk alasan lainnya. Misalnya, kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan mulut kering, dehidrasi rendah, dan rasa haus yang meningkat.

9. Proses penyembuhan luka melambat

Proses penyembuhan luka melambat

Proses penyembuhan luka melambat

Mungkin kamu sudah banyak yang tahu, saat memiliki sebuah luka atau memar, waktu penyembuhan bagi pengidap diabetes akan relatif lebih lama dari biasanya. Luka bakar, lecet, atau luka lain pada kulit bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk pulih yang dapat membuatnya infeksi serta membutuhkan perawatan medis untuk penyembuhannya.

Penyembuhan yang lambat ini disebabkan karena kadar glukosa darah tinggi yang beredar dalam aliran darah dan secara bertahap merusak saraf. Neuropati dapat menyebabkan sirkulasi darah yang buruk dari waktu ke waktu, menghambat transportasi darah segar untuk penyembuhan kulit.

10. Gusi bengkak

Gusi bengkak

Gusi bengkak

Berdasar penelitian dari American Academy of Periodontology (AAP), penderita diabetes tipe 2 yang tidak terdeteksi sangat beresiko terserang penyakit periodontal. Hal ini karena penyakit diabetes dan gusi bisa menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Sering kali, penderita diabetes tipe 2 melihat bahwa gusi mereka menjadi merah, bengkak, dan iritasi. Bahkan pada beberapa kasus, gusi bisa menjadi surut, infeksi, dan akhirnya menyebabkan penyakit gusi. Menurut para peneliti di Universitas Marquette, penyakit periodontal dan diabetes sebenarnya saling berkontribusi, di mana penyakit gusi dapat menyebabkan diabetes, begitu juga sebaliknya.





Baca Juga

Share ke teman kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *