10 Hal Kecil yang Bisa Membuat Kamu Malu

Nafsu makan berlebihan
Share ke teman kamu

Sama dengan rasa bahagia, rasa malu merupakan satu di antara sekian banyak emosi yang melekat dalam diri kita sebagai manusia. Umumnya rasa malu timbul akibat ingin menutupi sesuatu tidak ingin diketahui oleh orang lain. Karena sering kali kita ingin terlihat sempurna, maka ada banyak pula yang ingin kita tutupi agar tidak merasa malu di hadapan orang lain.

Malu juga jadi salah satu faktor yang memainkan peran penting dalam kehidupanmu, jika sudah berkembang menjadi yang namanya gengsi. Contohnya saja, malu dengan handphone lawas yang kamu punya, di saat teman-teman yang lain sudah memakai smartphone berteknologi tinggi.

Dalam kehidupan sehari-hari masih terdapat banyak lagi hal-hal unik dan menarik, yang bisa membuat kita malu dengan seseorang. Penasaran mengetahui apa saja hal tersebut? Berikut 10 hal kecil yang bisa membuat kamu merasa malu.

1. Malu akan kondisi fisik

Malu karena kondisi fisik

Malu karena kondisi fisik

Kondisi fisik merupakan salah satu faktor yang paling sering membuat kita malu akan keberadaan diri kita sendiri di depan umum. Kondisi fisik yang dimaksud bukanlah disabilitas seperti tuna netra atau tuna daksa, melainkan kondisi yang sebenarnya cukup remeh, seperti lengan yang besar, alis terlalu tebal, muka penuh jerawat, hidung kurang mancung, paha yang besar, perut buncit, dan hal-hal lain yang membuat kamu tidak merasa percaya diri ketika berkomunikasi dengan orang lain.

Hal ini sebenarnya wajar saja, mengingat manusia merupakan makhluk yang tak sempurna dan tak pernah puas dengan apa yang mereka miliki. Namun jangan sampai kamu dibuat malu berlebihan dengan kondisi fisik, karena bisa jadi kamu punya keunggulan luar biasa yang tidak tampak dari luar oleh orang lain.

2. Gaya pakaian

Gaya berpakaian

Gaya berpakaian

Banyak orang mengatakan bahwa gaya pakaian terbaik adalah gaya yang membuatmu paling nyaman. Namun bagaimana jika gayamu tersebut tidak bisa diterima atau tidak serasi dengan orang-orang yang ada di lingkungan sekitar? Tak pelak hal tersebut bisa membuat kamu merasa malu.

Untuk kasus satu ini, kamu bisa saja memilih untuk tetap cuek dan pede dengan gaya pakaian yang kamu senangi. Atau jika sudah mulai jengah dengan pendapat orang lain, mulailah beradaptasi dengan gaya pakaian yang bisa diterima di lingkungan sekitar.

3. Kantong tipis

Kantong tipis

Kantong tipis

Bagaimana jika kamu sedang berjalan-jalan santai dengan temanmu, kemudian mereka memutuskan untuk bersantai di kafe dan kamu tidak membawa uang yang cukup? Meminjam atau utang menjadi solusi, namun tentu kejadian tersebut bakal membuat dirimu sedikit malu.

Skenario tersebut bisa dicegah jika kamu membawa uang lebih, sembari memperkirakan agenda mendadak yang mungkin terjadi ketika kamu berada di luar. Namun jika kamu memang sedang mengencangkan ikat pinggang, alternatif terbaik adalah berada di rumah dan menolak semua tawaran untuk pergi.

4. Nafsu makan berlebihan

Nafsu makan berlebihan

Nafsu makan berlebihan

Tiap orang punya batasan tersendiri untuk menilai dirinya sudah merasa kenyang. Namun tak jarang, kamu masih tergoda dengan makanan atau camilan yang dibawa oleh orang lain, meski kamu baru saja selesai bersantap dengan porsi besar.

Tanpa sadar, air liurmu mulai menetes sambil menatap makanan milik orang lain tersebut dengan penuh harap. Sedetik kemudian, orang yang dimaksud sudah melihatmu dengan iba dan menawarkan makanan yang ia bawa. Malu? Jelas!

5. Prestasi

Prestasi

Prestasi

Tak hanya di masa sekolah, di masa kerja pun, prestasi tetap menjadi faktor yang menentukan bagaimana orang di sekitar memandang atau menghormati dirimu. Jika ketika SMA kamu kerap menyembunyikan nilai ulangan dari teman-teman, lantaran malu akibat nilaimu lebih rendah dari yang lain, maka di dunia kerja bisa jadi kamu juga melakukan hal serupa ketika rekanmu yang lain sukses mencapai target yang dibebankan dan kamu tidak.

6. Kudet (Kurang Update)

Kudet (Kurang Update)

Kudet (Kurang Update)

Dalam era teknologi informasi seperti saat ini, kerap muncul sebuah topik atau isu yang menjadi perbincangan hangat selama beberapa saat dan langsung surut dalam waktu singkat. Hal tersebut menuntut kamu untuk selalu setia mengikuti perkembangan melalui media cetak maupun elektronik.

Gagal melakukan hal tersebut bakal membuat kamu tertinggal dari teman-teman yang lain. Kamu bisa jadi hanya bengong, ketika semua orang membicarakan Duo Serigala, meninggalnya Olga Syahputra, atau topik hangat lainnya. Kamu kemudian merasa malu dan menarik diri perlahan dari pembicaraan.

7. Gaya bicara

Gaya bicara

Gaya bicara

Beberapa orang memang dilahirkan dengan cara dan gaya bicara yang khas, hingga sulit dihilangkan. Kamu mungkin kerap berbicara dengan cepat, sedikit gagap, atau bahkan mungkin terlalu pelan, hingga sulit ditangkap maksudnya oleh orang lain.

Tak jarang pula gaya bicaramu masih terbawa aksen daerah sehingga membuatmu jadi bahan ledekan. Imbasnya, kamu merasa malu dan tak percaya diri ketika diminta untuk berkomunikasi dengan orang lain, apalagi saat berhadapan dengan massa.

8. Nervous

Nervous

Nervous

Nervous atau tegang kerap jadi salah satu faktor yang membuat kamu malu ketika bertemu dengan orang lain. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kondisi fisik, gaya penampilan, atau memang kamu kerap merasa tegang dan canggung ketika harus berkomunikasi dengan pihak lain.

Masalah semacam ini kerap melanda mereka yang termasuk dalam golongan introvert, atau sulit mengungkapkan perasaan pada orang lain.

9. Disebut tukang bohong

 Disebut tukang bohong

Disebut tukang bohong

Misalkan saja kamu pernah membuat janji dengan orang lain dan tak sanggup menepati, atau berulang kali membuat klaim palsu, yang membuat kamu terlihat seperti seorang pembual. Hal semacam ini bisa membuat kamu malu dalam pergaulan, apalagi jika kamu sudah terlanjur mendapat citra negatif dan tidak dipercaya orang lain.

10. Kehabisan pulsa

Kehabisan pulsa

Kehabisan pulsa

Sepele, namun tidak jarang terjadi. Di saat teman atau rekan kerja sedang membutuhkan bantuan untuk menghubungi orang lain via telepon, dengan percaya diri kamu menawarkan smartphone yang kamu punya untuk digunakan.

Sejurus kemudian, operator telepon dengan merdu mengatakan bahwa pulsamu tak mencukupi untuk melakukan panggilan. Jika sudah seperti ini, tak hanya merasa malu, harga dirimu dijamin bakal hancur berantakan.





Baca Juga

Share ke teman kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *