Kurang Tidur? Waspada 10 Bahaya Ini!

Menurunnya sistem kekebalan
Share ke teman kamu

Tidur merupakan rutinitas yang tak boleh dilewatkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sel-sel tubuh akan memperbaiki diri ketika kita tidur, sehingga membuat kita merasa lebih segar ketika bangun.

Tapi sayangnya di era modern ini, ada banyak orang yang tidak tidur dengan cukup, baik itu karena tuntutan pekerjaan atau faktor penghambat lainnya. Nah tanpa kita sadari, kebiasaan tak baik tersebut akan memberikan pengaruh buruk terhadap tubuh kita.

Jika kamu termasuk orang yang punya kebiasaan buruk seperti sering lupa tidur, sebaiknya kamu segera mengubah pola hidup tak sehat seperti itu. Kebiasaan buruk tersebut berpotensi menghadirkan 10 bahaya yang bisa ditimbulkan akibat pola tidur tak teratur. Semoga dengan membaca daftar 10 bahaya akibat kurang tidur ini, kamu bisa sedikit lebih mawas diri dan memperbaiki kebiasaan mulai sekarang.

1. Obesitas

Obesitas

Obesitas

Ya, kebiasaan begadang atau terjaga hingga larut malam bisa membuat kamu mengalami obesitas alias kegemukan. Pasalnya, tubuh secara alami akan terus mengelurkan hormon ghrelin, yakni hormon yang bertugas menimbulkan rasa lapar.

Tak heran jika kamu sering merasa lapar ketika sedang lembur di kantor atau terjaga hingga larut malam untuk mengerjakan tugas kuliah. Jika kebiasaan tersebut terus berlanjut, maka tentu dalam waktu singkat kamu kemungkinan akan mengalami obesitas. Cara paling efektif untuk mencegah efek negatif ini adalah tidur minimal selama enam jam per hari.

2. Penyakit berbahaya

Penyakit berbahaya

Penyakit berbahaya

Jangan salah, penyakit berbahaya tak hanya bisa datang dari kondisi lingkungan atau konsumsi makanan. Pola tidur yang tidak karuan juga bisa membuat tubuh rentan terkena penyakit mematikan.

Mereka yang hobi begadang atau terjaga hingga larut malam amat berpotensi mengalami serangan jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, stroke, serta detak jantung tak teratur. Sama seperti sebelumnya, hal ini bisa dihindari dengan menerapkan pola tidur yang lebih baik, serta konsumsi makanan sehat dan olahraga teratur.

3. Kulit rusak

Kulit rusak

Kulit rusak

Tidak ingin kulitmu tampak rusak dan kusam? Segeralah perbaiki pola tidur. Tubuh yang tidak banyak mendapat waktu istirahat akan mengalami peningkatan hormon kortisol.

Hormon satu ini mengakibatkan pecahnya protein yang ada di dalam kulit serta mengurangi tingkat elastisitasnya. Tentunya jika terus berlangsung, kulit bakal lebih cepat memunculkan garis-garis halus dan kerut. Tak ingin terlihat tua sebelum waktunya bukan? Segera perbaiki pola tidur dari sekarang.

4. Pikun

Pikun

Pikun

Kekurangan waktu tidur bisa membuat kamu mengalami masalah dengan memori atau daya ingat. Hal tersebut disebabkan otak tak berfungsi dengan baik. Gejalanya pun cukup sederhana, kamu tak bisa lagi dengan tepat mengingat informasi sepele seperti kata kunci email, nama seseorang, atau nomor telepon.

Cegah tingkat pikunmu meningkat dengan mendapat waktu istirahat yang cukup setiap hari. Ingat, tubuhmu membutuhkan setidaknya tidur selama enam jam per satu hari.

5. Depresi

Depresi

Depresi

Selain mempengaruhi kondisi fisik, kurang tidur rupanya juga bisa merusak kondisi mental. Salah satunya dengan membuat kita merasa depresi. Tak ada orang yang ingin mengalami kondisi ini, lantaran untuk mengobatinya bakal membutuhkan penanganan serius, yang mungkin bakal memakan waktu berbulan-bulan serta biaya yang amat tinggi.



6. Tindihan / Sleep Paralysis

Tindihan / Sleep Paralysis

Tindihan / Sleep Paralysis

Selama berada dalam kondisi tidur lelap, semua otot yang ada di dalam tubuh berada dalam kondisi non-aktif untuk mencegah kamu bergerak atau melakukan tindakan lain kala sedang bermimpi. Sayangnya, mekanisme tubuh ini kadang malah berbalik dan mengakibatkan terjadinya sleep paralyis.

Sleep paralysis atau sering disebut tindihan terjadi ketika otak mulai aktif usai menjalani tidur lelap, namun tubuh masih berada dalam kondisi kaku. Hal ini bisa memberikan sensasi yang menakutkan karena, sementara tubuh berusaha mengembalikan kesadaran, kamu tidak bisa mengendalikan apapun, membuatmu merasa tak berdaya, takut, dan panik.

Kebanyakan orang mengalami ini setidaknya satu kali seumur hidup. Namun mereka yang kurang tidur punya kans yang lebih besar untuk mengalaminya dan disertai dengan halusinasi.

7. Menurunnya sistem kekebalan

Menurunnya sistem kekebalan

Menurunnya sistem kekebalan

Tahukah kamu bahwa melewatkan waktu tidur akan meningkatkan resiko mengalami sakit? Hasil penelitian yang dirangkum dari berbagai sumber mengatakan bahwa mereka yang tidur kurang dari enam jam dalam satu hari memiliki sistem imun dengan reaksi yang lebih lamban, dibanding mereka yang memiliki siklus tidur normal.

Kamu bisa mencoba memperkuat sistem kekebalan di dalam tubuh dengan mendapat waktu tidur setidaknya tujuh jam sehari di malam hari dan menjalankan diet sehat. Kamu bakal merasa senang dengan beberapa jam ekstra yang kamu habiskan untuk tidur, ketika orang-orang di sekitarmu bertumbangan akibat mengalami flu dan kamu masih berada dalam kondisi bugar.

8. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi

Tidur kurang dari enam jam di malam hari akan membuatmu beresiko mendapat tekanan darah tinggi. Penyebabnya begini, ketika tidur, jantung akan beristirahat dan bisa memperlambat denyut selama beberapa saat. Dengan mengurangi waktu tidur, itu artinya jantung akan dipaksa terus bekerja tanpa jeda. Jika hal tersebut terus terjadi, tubuhmu bakal melakukan adaptasi terhadap kondisi tersebut dan secara otomatis meningkatkan tekanan darah.

Jantung bukan satu-satunya organ yang terpengaruh akibat kurangnya tidur. Semakin kurang jatah beristirahat, otak tidak memiliki banyak kesempatan untuk menanggulangi hormon stress, yang pada gilirannya juga akan meningkatkan tekanan darah. Mendapat waktu tidur yang ideal merupakan cara terbaik untuk menjaga kesehatan jantung.

9. Osteoporosis

Osteoporosis

Osteoporosis

Meski tidak dalam persentase yang dominan, kurang tidur memberikan kontribusi dalam terjadinya osteoporosis. Menurut sebuah studi yang digelar 2012 silam, para peneliti menemukan perubahan kepadatan mineral di dalam tulang, pada mereka yang tidak mendapat cukup waktu tidur dalam 72 hari.

10. Kanker Hati

Kanker Hati

Kanker Hati

Sebuah pusat studi mengklaim bahwa waktu tidur singkat dan kurang berkualitas bisa meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker. Studi di tahun 2010 menemukan bahwa di antara 1.240 orang yang diamati, 338 di antaranya didiagnosa lebih berpeluang mengalami kanker karena tidur kurang dari enam jam di malam hari. Bahkan setelah membuat faktor pemicu lain terkontrol, kurang tidur tetap menyebabkan seseorang punya resiko yang lebih besar terkena kanker.

Tidur selama enam jam di malam hari juga dikaitkan dengan meningkatnya resiko kemunculan kembali kanker payudara di tubuh pasien. Studi yang sama mengatakan bahwa mendapatkan waktu tidur lebih banyak dan berkualitas merupakan cara terbaik untuk mengurangi resiko terkena dan munculnya kembali kanker.







Baca Juga

Share ke teman kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *